Jumat, 20 Juli 2012

Bisnis Jasa Pengiriman Jelang Lebaran Naik Sampai 100%

  •  Permintaan Paling Tinggi Layanan Jemput Barang (Domestic Door to Door Service)
  • Peluang Pasar Wilayah Timur Indonesia Masih Besar

Jasa pengiriman selalu dibutuhkan setiap saat untuk menunjang pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain. Apalagi menjelang momen Lebaran, permintaan jasa ini akan naik hingga 2 kali lipat atau 100% dari bulan biasa. Tak heran jika menjelang Lebaran tak disia-siakan oleh pelaku usaha untuk bias meraup omset hingga ratusan juta rupiah. Seperti apa persaingan usaha ini dan apa saja layanan baru yang diminati konsumen?

Jasa pengiriman paket barang merupakan bisnis yang terus diminati seiring dengan meningkatnya kebutuhan pengiriman barang secara cepat dan aman. Tak heran jika berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo), saat ini perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman sudah mencapai 1.076 perusahaan, yang menyebar di 28 kota di Indonesia. Jumlah terbanyak di Jakarta sekitar 167 perusahaan.
            Menurut Ketua Asperindo, M. Kadrial, arus pengiriman barang yang terus meningkat didukung oleh peningkatan perbaikan transportasi. Menurut catatan Asperindo mencapai Rp. 60 triliun per tahun. Jumlah tersebut bias meningkat lagi bila beberapa perusahaan pengiriman kecil di daerah masuk anggota assosiasi.
            Untuk memulai usaha jasa pengiriman paket barang dibutuhkan persyaratan lokasi dan izin usaha. Lokasi usaha sebaiknya dipilih di dekat perkantoran atau sentra bisnis. Sementara perizinan cukup mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Namun, bisa pula melengkapi keabsahan usahanya dengan mendaftarkan ke Dinas Perhubungan dan Asperindo.
            Modal yang dibutuhkan untuk merintis usaha jasa pengiriman paket barang cukup besar, seperti hanya Agung Dwi Handoko dan ketiga rekannya, pemilik PT. Nusantara Citra Transporttindo (NCT) yang membutuhkan modal Rp. 18 juta di luar sewa tempat karena sudah memiliki sendiri. Dan modal tersebut, sebesar Rp. 12,5 juta digunakan untuk mengurus perizinan usaha yang membutuhkan waktu hingga 3 bulan.
            Tak hanya itu, di awal usaha juga harus menjalin kerja sama dengan pihak maskapai airlines dan transportasi lain seperti kapal cepat (trucking), bus, serta kereta api. Sebagai gambaran, modal untuk deposit ke pihak airlines dan trucking besarnya minimal Rp. 10 juta hingga Rp. 50 juta. Belum lagi, pelaku usaha harus membuat jaringan perwakilan usahanya di daerah, untuk mendukung kelancaran dan keamanan pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain.
            Melihat cukup besarnya modal yang harus dikeluarkan, serta persiapan usaha yang cukup rumit, menurut pengamat bisnis Bambang Wahyu Purnomo, bagi pemula usaha disarankan menjadi Agen atau Mitra dari perusahaan jasa pengiriman yang membuka tawaran menjadi Agen/Mitra, untuk menjajaki seperti apa medan bisnis ini. Investasi menjadi Agen perusahaan jasa pengiriman juga variatif, berkisar jutaan hingga puluhan juta. Seperti pengalaman Pathury yang menjadi Agen TIKI sejak tahun 2005 dengan investasi sebesar Rp. 20 juta untuk membeli peralatan, mengurus izin usaha dan deposit ke pusat TIKI yang saat itu, tahun 2005, besarnya Rp. 10 juta. Syarat lain lokasinya strategis dengan jarak 2-3 km dari Agen jasa pengiriman TIKI lain. Ada pula perusahaan jasa pengiriman paket tidak menerapkan investasi apapun. Seperti Haskersam (HKM) Cargo Logistic yang hanya mensyaratkan surat rekomendasi dari seseorang yang dipercayai, kerja sama bisa disepakati. Selain itu ada kemauan untuk jujur dan bertanggung jawab.
            Meski persyaratan usaha dan modal cukup besar, namun pemilik usaha jasa pengiriman mampu meraup omset besar, seperti Haryadi Suradi, Pemilik PT. Mitra Bahari yang bisa mencapai omset hingga Rp. 2 miliar per bulan. Begitu pula Agung Dwi Handoko dan rekannya, dengan omset mencapai Rp. 500 juta per bulan dan keuntungan sekitar 15%. Lain halnya keuntungan yang diterima Agen lebih kecil. Seperti Pathury yang meraup omset Rp. 40-50 juta per bulan, dengan  keuntungan 15-20% atau sekitar Rp. 6-10 juta.

            Layanan. Persaingan bisnis jasa pengiriman cukup ketat sehingga pelaku usaha harus menghadirkan berbagai layanan yang belum banyak digarap pelaku lain. Seperti Agung Dwi Handoko dan rekannya yang memilih menyasar pangsa pasar di wilayah Indonesia Timur yang pemainnya masih sedikit. Begitu pula Haryadi Suradi, Pemilik PT. Mitra Bahari (Kargo) yang khusus melayani jasa pengiriman lewat laut. Untuk menghindari persaingan, ia juga memilih segmentasi pasar wilayah Pekanbaru, Batam dan Medan yang peluangnya sangat bagus.
            Begitu pula HKM Cargo yang menghadirkan layanan baru berupa priority service. Layanan ini diberikan 24 jam non stop untuk konsumen yang membutuhkan pengiriman barang dalam waktu mendesak. Selain itu tidak ada ketentuan minimal barang yang dikirim. Kerja sama dengan perusahaan asuransi juga dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko barang rusak atau hilang.
            Jasa pengiriman paket yang saat ini paling diminati konsumen adalah domestic door to door service, yaitu layanan jemput barang dari lokasi pengirim hingga antar barang ke lokasi penerima di seluruh wilayah Indonesia. Layanan ini hanya berlaku untuk pengiriman barang domestic.
            Permintaan pengiriman barang menjelang Lebaran bisa melonjak 50-100 persen dari kondisi normal. Seperti diakui Pathury jika hari biasa rata-rata pengiriman 75-100 barang/hari. Biasanya lonjakan ini terjadi sebulan sebelum hari Lebaran.

            Stategi Pemasaran. Untuk menarik minat calon konsumen di awal usaha, bisa menawarkan ke lingkungan sekitar terlebih dahulu, seperti menyebarkan brosur atau iklan berisi informasi keunggulan layanan yang dimiliki, serta membuat website usaha. Bisa pula merekrut tenaga marketing yang bertugas jemput bola dengan menawarkan layanan ke perusahaan franchise, pusat grosir, perkantoran dan lainnya dengan memberikan info mengenai keunggulan layanan. Seperti jemput barang dan pemberitahuan ke pengirim jika barang sudah sampai tujuan, gratis biaya pengemasan kecuali untuk kemasan dari bahan kayu, kemudian biaya kirim di atas Rp. 1 juta bisa DP 20-30 persen, diskon 10% untuk barang kiriman dengan berat lebih dari 20 kg, dan lainnya. Nah, jika Anda ingin menjajal peluang bisnis pengiriman ini, apalagi ini saat yang tepat jelang momen Lebaran, semoga sukses. Fidelis, Tim Utama.

PERHITUNGAN USAHA JASA PENGIRIMAN BARANG
Kebutuhan akan jasa pengiriman barang (kargo) diprediksi akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pasarnya yang selalu terbuka menjadi daya tarik yang cukup potensial bagi para pebisnis. Modal awal yang dibutuhkan memang tidak sedikit, namun bila melirik keuntungan yang diperoleh dari usaha kargo ini cukup menggiurkan.
Untuk memulai usaha ini, Anda bias memulai dengan mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan) yang tergolong masih tinggi.
Barang Modal                                    Rp. 205.000.000
Pembuatan SIUP                               Rp. 40.000.000
Sewa tempat/tahun                            Rp. 60.000.000
Peralatan kantor                                 Rp. 25.000.000
Armada (mobil pick up)                     Rp. 80.000.000

Pengeluaran per bulan                     Rp. 220.000.000

Biaya kirim barang                             Rp. 200.000.000
Gaji karyawan                                     Rp. 15.000.000
Biaya listrik, air dan transportasi      Rp. 5.000.000

Dari perhitungan diatas, modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis jasa pengiriman barang sebesar Rp. 425.000.000. jika dalam satu bulan mampu menggaet 100 konsumen dengan total berat barang 50 ton/bulan serta biaya pengiriman rata-rata Rp. 10.000/kg, maka pelaku usaha bisa mendapatkan :

Omset                                         Rp. 500.000.000
Pengeluaran                             Rp. 220.000.000
Keuntungan Bersih                Rp. 280.000.000

(Omset – Pengeluaran per Bulan = Rp. 500.000.000 – Rp. 220.000.000)
Return on Investement (balik modal) setelah 2-3 bulan.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Bisnis Jasa Pengiriman Jelang Lebaran Naik Sampai 100%"