Kamis, 08 Maret 2012

Panen Untung dari Usaha Bengkel Motor

Lonjakan Pelanggan Mencapai 70 Persen Menjelang & Sesudah Lebaran
• Paling Untung Membuka Bengkel Umum (Non Authorized)
• Tak Butuh Modal Besar dan Cepat Balik Modal
• Keahlian Bisa Dipelajari dalam Waktu Singkat (Antara 3-6 Bulan)

Lonjakan populasi pengguna sepeda motor yang terus meningkat dari waktu ke waktu berpengaruh juga terhadap jasa servisnya. Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang semester I tahun 2007, penjualan total sepeda motor dari Januari hingga Juli mencapai anka 2.481.380 unit atau meningkat 12,80% dibandingkan periode yang sama tahun 2006 sebesar 2.199.794 unit. Hal ini menimbulkan efek ganda, yaitu berkembangnya berbagai bisnis pendukung, seperti pemasok komponen dari bengkel sepeda motor. Data AISI mengungkapkan hingga akhir 2006 ada lebih dari 10.000 bengkel sepeda motor resmi. Itu belum termasuk ribuan bengkel non-ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) dari bengkel modifikasi.

Diungkapkan Gunadi Shinduwinata, ketua AISI yang baru saja dilantik pada pertengahan 18 Agustus lalu bahwa prospek bengkel sepeda motor akan terus bertumbuh seiring dengan banyaknya populasi pengendara sepeda motor di tanah air. Selain itu juga munculnya kepedulian para ATPM untuk memberikan layanan perawatan produk mereka. Misalnya saja Astra Honda Motor (AHM) dengan bengkel AHASS-nya kemudia Yamaha dengan YSS (Yamaha Service Shop). Bahkan tak tanggung-tanggung, kedua ATPM memberikan banyak dukungan terhadap bengkel yang mau bermitra dengan mereka. PT Astra Honda Motor misalnya, yang memberikan banyak support berupa fasilitas ekterior dan interior. “Fasilitas interior berupa pembangunan tempat usaha sesuai dengan karakteristik Honda, selain itu juga bekal kemampuan mekanik dan staf administrasi. Semuanya dilakukan demi kepentingan konsumen,” papar A.S. Tedjosiswojo, senior General Manager Technical Service Division PT Astra Honda Motor. Hal senada juga diamini Dyonisius Beti, Vice Presiden Direktur Yamaha.

Paling Untung Buka Bengkel Umum. Yang menarik, kesempatan membuka bengkel justru ada di daerah mulain dari tingkat kabupaten hingga kecamatan atau wilayah pinggiran ibukota. Sebab, dengan penjualan sepeda motor yang sangat pesat membuat tingkat kebutuhan servis menjadi semakin tinggi. Hal ini disampaikan oleh Yadi Budi Setiawan, Direktur Pengelola Force One.

Sementara itu, dari tiga tren bengkel yang berkembang saat ini yaitu authorized workshop atau bengkel sepeda motor resmi, kemudian authorized umum yaitu bengkel yang berada dalam bendera suatu Agen Tunggal Pemegang Merek, hanya saja diperbolehkan menerima sepeda motor selain yang berasal dri ATPM bersangkutan, dan non authorized atau murni bengkel umum, maka yang akan berkembang pesat adalah bengkel authorized umum dan non authorized. Sebab, keuntungan lebih menggiurkan terutama dari jumlah pelanggan yang digarap. Paling tidak semua jenis kendaraan dapat diperbaiki kerusakannya, selain itu produk yang dijual baik sparepart hingga peralatannya disesuaikan dengan modal yang dimiliki. Hal ini pula yang dialami oleh Dakrim Sakia, pemilik Restu Motor yang mampu mengumpulkan omset hingga 20 juta per bulan hanya dengan modal awal usaha pada tahun 2006 sebesar Rp. 10.440.000.

Nah, bagi Anda yang ingin membuka usaha tetapi tidak memiliki keahlian di bidang mekanik, tidak perlu khawatir karena saat ini banyak kursus montir sepeda motor yang berdiri dengan beragam keahlian yang dipelajari mulai tingkat dasar hingga tingkat mahir dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama, biasanya berkisar antara 3 hingga 6 bulan saja. Sebenarnya kunci sukses usaha ini ada pada mekanik yang handal. Maka Anda tidak terlalu paham mengenai servis motor, disarankan Anda mempunyai mekanik yang ahli dan mengetahui seluk beluk jaringan bengkel motor sebagaimana yang diterapkan oleh Itang Daries, Pemilik Amanah Motor, meskipun tidak memiliki keahlian namun dengan mekanik yang ia miliki akhirnya membuat usaha bengkelnya menjadi semakin besar. “Kalau untuk tenaga memilik mereka yang sudah pernah ikut pelatihan montir dari ATPM. Sehingga kemampuan mereka memang tidak akan pernah kalah dengan mekanik dari bengkel resmi,” urainya panjang lebar.

Persiapan Usaha Bagi Pemula. Menurut Yadi Budi Setiawan, Direktur Pengelola Force One, di awal usaha, untuk bengkel umum, idealnya Anda harus mempunyai 2 mekanik senior dan 3 mekanik junior. Ditambah dengan seorang kasir dan administrasi. Sehingga dengan 7 orang karyawan, usaha bengkel motor dengan skala standar bisa dibuka. Kemudian, lebih baik memilih lokasi pinggir jalan. Tempatnya pun sebaiknya mempunyai ukuran 6x8 m2, dengan bentuk lebar memanjang bukan lebar di dalamnya. Tempat yang bersih juga harus diperhatikan karena kebersihan menunjukkan kualitas mekanik yang rapid an teliti.
Agar usaha bengkel motor menguntungkan, disarankan membukanya dengan konsep one stop shopping. Beberapa contohnya, di dalam bengkel juga menjual aksesories, tambal ban, fasilitator jual beli motor sehingga Rp 5-8 ribu per unit motor. Yang perlu diperhatikan lagi. Anda juga harus paham mengenai seluk beluk mendapatkan sparepart. Sebaiknya yang disediakan di dalam bengkel adalah sparepart Kw 1-3 dan bekerja sama dengan supplier yang mampu delivery order cepat. Investasi awal yang dikeluarkan untuk skala standar ini mencapai Rp. 250 juta. Belum termasuk biaya tempat dan set up tempatnya, biaya sebesar itu umumnya digunakan untuk belanja peralatan bengkel. Sewa tempatnya sendiri biasanya Rp. 40-80 juta per tahun. Biasanya BEP terjadi setelah 2,5-3 tahun kemudian. Sedangkan minimal keuntungan yang bisa diambil sebesar 25%-27% dari omset. Namun bagi Anda yang memiliki kemampuan modal terbatas namun memiliki kemampuan mekanik yang baik, bisa mengerjakan sendiri di kerusakan di bengkel. Tinggal membeli peralatan dan beberapa sparepart fast moving.

Strategi Usaha. Sebagai usaha yang memiliki prospek cerah, sebaiknya Anda jeli menentukan tempat usaha yang strategis misalnya saja di tepi jalan utama yang sering dilewati pengendara sepeda motor. Selain itu jangan lupa juga untuk melakukan promosi dengan memberikan jaminan after sale kepada konsumen selama sebulan, seperti yang dilakukan oleh Suhendra Tirta Atmaja, pemilik Okcins Jaya Motor. Motor yang telah diservis diberikan garansi selama satu bulan. Selain itu bisa juga dengan memberikan diskon suku cadang. Sementara alat promosinya menggunakan spanduk yang dipasang di depan bengkel, atau bisa juga dengan menyebarkan brosur di sekitar lokasi usaha.

Lonjakan Usaha Menjelang Lebaran. Bagi Anda yang tertarik untuk membuka bisnis ini hendaknya pula untuk pandai memanfaatkan momen-momen tertentu. Salah satunya adalah lebaran. Terutama dengan kebiasaan masyarakat kita menggunakan sepeda motor untuk mudik. Lonjakannya saja bisa mencapai 70% dari hari biasanya seperti yang dialami Suryadi. Pemilik Karya Motor, bengkel resmi Honda. Nah, tertarik dan ingin mencoba terjun di usaha bengkel motor?



Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

3 komentar: on "Panen Untung dari Usaha Bengkel Motor"

Sea Heaven mengatakan...

pada periode ini peluang usaha bengkel motor memang sangat diminati karena prospeknya yang cerah.

UNIX CODE mengatakan...

peluang usaha di bidang sepeda motor seperti bengkel saat ini memang menjanjikan contohnya yang lagi berkembang di jawa tengah itu Bikermart coba liat ja di web resmi'a www.bikermart-indonesia.com mereka sedang merambah seluruh jawa untuk menjaring mitra cabangnya dengan sistem franchise mereka